24 Maret 2019

5 Komponen Perencanaan Bisnis yang Penting Bagi Perusahaan

Generic Banner

5 Komponen Perencanaan Bisnis yang Penting Bagi Perusahaan
5 Komponen Perencanaan Bisnis yang Penting Bagi Perusahaan
Perencanaan bisnis (business plan) dikenal sebagai aspek paling penting dalam proses manajemen yang efektif. Melalui perencanaan ini, Anda akan lebih mudah menentukan arah dan menempuh langkah- langkah bisnis. Semakin cermat dan berkualitas penyusunannya, perencanaan bisnis bisa menjamin keputusan-keputusan bisnis yang strategis.

Chief Creative Officer Pixar, John Lasseter, pernah berucap bahwa “Quality is the best business plan”. Artinya teknis penyampaian business plan haruslah mempertimbangkan kualitas yang memikat. Dengan pertimbangan ini, dokumen berisi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan dari penjualan produk atau jasa, akan mendorong penyandang dana untuk berinvestasi dalam jumlah besar.

Penyusunan business plan harus diawali dengan melakukan analisis kelayakan bisnis, agar feasibility perkembangan dan kesuksesan bisnis lebih terukur. Kemudian, business plan bisa mulai disusun dengan berpedoman pada ketentuan isi yang, minimal, memuat konsep bisnis, analisis pasar, dan rencana keuangan.

Uraian dari setiap bagian dalam business plan harus dijelaskan secara terperinci ke dalam komponen-komponen perencanaan bisnis. 

Berikut ini 5 komponen perencanaan bisnis yang penting bagi perusahaan.


Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)

Sesuai namanya, ringkasan ini biasanya terletak di bagian awal business plan. Selain menjadi pembahasan pengantar yang menjelaskan garis besar business plan, executive summary juga menjadi kesan penentu bagi investor untuk melanjutkan pembahasan terperinci pada komponen bisnis selanjutnya. Urutan penyusunannya, yakni:

Konsep Bisnis; memuat identitas perusahaan, profil industri, tingkat pertumbuhan dan tahap- tahap pengembangan di masa depan, tujuan perusahaan dalam pemasaran, operasional/manajemen, dan keuangan. Konsep Bisnis; mencakup nilai-nilai dan prinsip yang dianut perusahaan, keunggulan kompetitif, serta citra/persepsi yang diinginkan di pasar.

Produk/jasa; memuat penjelasan umum tentang  produk/jasa  yang  akan ditawarkan, manfaatnya bagi pelanggan, bahan baku yang digunakan, serta harga yang dikenakan.

Analisis persaingan; berisi segala informasi tentang pesaing langsung maupun pesaing tidak langsung, calon pesaing yang akan memberi dampak terhadap bisnis, dan posisi bisnis Anda di dalam persaingan.

Target dan ukuran pasar; mencakup gambaran tren dan pertumbuhan industri, gambaran pasar, peluang untuk berinovasi, potensi perubahan perilaku konsumen, dan feasibility perkembangan industri dalam hitungan tahun.

Strategi pemasaran; memuat uraian tentang pilihan strategi yang akan digunakan untuk meraih keuntungan.

Tim manajemen; berisi penjelasan mengenai daftar riwayat hidup, latar belakang, dan pengalaman manajemen serta pengalaman teknis orang-orang penting di perusahaan.

Bagan dan tabel keuangan; mencakup gambaran pokok-pokok perkiraan keuangan.

Pernyataan Visi dan Misi
Masih di bagian awal. Komponen selanjutnya yang harus dijelaskan di sini adalah visi dan misi bisnis. Sampaikanlah secara singkat jenis bisnis/bidang usaha yang akan dijalankan, potensi produk/ jasa, dan kemungkinannya untuk bertahan dan berkembang di masa depan. Melalui penjelasan ini, semua pihak yang akan terlibat dalam bisnis diharapkan lebih memahami potensi dan arah pengembangan dari bisnis tersebut.

Analisis Kompetisi, Strategi Bisnis, dan Strategi Pemasaran
Komponen ini bisa disusun setelah Anda melakukan analisis pasar secara cermat, sehingga Anda paham kekuatan yang harus digunakan untuk menciptakan target pembeli. Bentuk penulisannya bisa menggunakan model Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threatened). Dari analisis inilah Anda bisa melanjutkan penyusunan strategi pemasaran yang mencakup penjelasan tentang profil demografis, karakteristik pelanggan, motivasi pelanggan untuk membeli, metode periklanan dan promosi (termasuk pilihan media yang digunakan), pembiayaan media, frekuensi penggunaan, serta teknik dan insentif penjualan.

Rencana Pengembangan
Penjelasan tentang komponen rencana pengembangan diperlukan agar tahap perencanaan produk/ jasa dan grafik penjualan bisa terlihat gamblang. Selain memperlihatkan perkiraan dan perencanaan pembiayaan usaha, rencana pengembangan juga bisa memuat pembahasan lanjutan tentang perlindungan paten, hak cipta, merek, atau hak atas desain industri sesuai hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Analisis Rencana Keuangan dan Proposal Investasi
Komponen ini merupakan komponen penutup yang ditempatkan pada bagian akhir business plan. Meskipun berada di bagian akhir, komponen ini justru menjadi unsur paling penting dalam sebuah rencana bisnis. Apalagi beberapa tipe investor ada yang lebih suka meloncat langsung ke rencana keuangan ini tanpa membaca dua bagian sebelumnya. Jadi, pastikan di bagian ini Anda menyampaikan dengan jelas tentang: sumber pendanaan, cara pengaturan anggaran, jumlah biaya yang diperlukan, proyeksi pendapatan/ penjualan, proyeksi aliran kas, dan target kinerja keuangan. 

Penyusunan perencanaan bisnis yang cermat dan memuat komponen perencanaan yang lengkap, merupakan salah satu langkah penentu bagi denyut hidup perusahaan. Jangan sampai salah langkah, buat komponen perencanaan bisnis yang tepat sasaran, inovatif, dan sesuai dengan usaha Anda.