24 Maret 2019

Inilah 5 alasan kenapa harus investasi emas bagi anak muda

Generic Banner

menabung emas untuk pemula
menabung emas untuk pemula | Gambar Pihak Ketiga
Uang saya adalah emas, tidak ada yang lain.” Begitulah kata bankir legendaris J.P. Morgan saat diminta kesaksiannya mengenai harta yang ia miliki. Anda memang tidak keliru jika menjadikan emas sebagai instrumen investasi. Emas memiliki sejumlah karakteristik istimewa yang membuatnya langgeng dijadikan aset ekonomi paling menguntungkan selama ratusan tahun.

Dari tahun ke tahun, jumlah permintaan emas pun terus meningkat. Pada tahun 2017 kemarin, pertumbuhan harga emas bahkan mencapai 27 persen, lebih tinggi dibanding instrumen investasi pasar modal seperti saham, obligasi, dan valuta asing.

Berkat sifatnya yang universal, Anda dapat menemukan beragam metode investasi emas. Metode investasi emas yang paling populer adalah dengan membeli emas saat dana mencukupi, baik harganya sedang tinggi maupun rendah, untuk dihimpun sebagai tabungan. Metode satu ini terbilang sangat mudah diterapkan dan tidak terbatas untuk kalangan tertentu. Apapun metode yang Anda pilih, siapkan strategi untuk mendapatkan keuntungan investasi yang maksimal. 

Lantas, apa saja strategi terbaik yang dapat diterapkan dalam investasi emas?


1. Tentukan Tujuan Investasi dan Ukur Risiko Keuangannya

Menentukan tujuan investasi merupakan langkah pertama yang harus dilakukan agar dapat mengukur seberapa besar risiko dan keuntungan yang didapat di masa depan. Jangan sampai Anda menghimpun emas hanya demi mengikuti tren. 

Tujuan investasi yang jelas dapat membantu Anda lebih mudah mencapai target. Misalnya, Anda berniat mengumpulkan emas untuk biaya pendidikan anak. Untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan, Anda harus menentukan target dana, jangka waktu, pemakaian dana, serta cara investasi yang tepat. 

Cobalah untuk mengkonversikan dana dalam rupiah tersebut ke dalam bentuk emas. Asumsikan harga emas per gramnya dengan target dana yang Anda butuhkan untuk mencari tahu besar investasi yang harus Anda keluarkan tiap bulannya untuk menabung emas.   

2. Pilih Cara Investasi Emas 

Ada beragam cara yang dapat diterapkan dalam berinvestasi emas. Pertama, Anda bisa membeli emas secara tunai, salah satunya melalui Mulia Tunai yang disediakan oleh Pegadaian. Cara ini tentu memerlukan dana yang lumayan besar, tapi keuntungannya, Anda dapat langsung memegang emas untuk disimpan dan dicairkan saat perlu.

Emas pun kini dapat Anda beli dengan cara menabung. Pegadaian memiliki program Tabungan Emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas. Dengan menabung emas, Anda tidak perlu menunggu lama hingga dana terkumpul untuk dapat membeli emas batangan. Mulai dari Rp 5.000-an, Anda dapat menyalurkan dana ke dalam Tabungan Emas. Ongkos cetak baru diberlakukan saat Anda ingin mencetak emas yang sudah ditabung.

Cara ketiga adalah dengan mengangsur. Dengan metode ini, Anda secara konsisten mengangsur untuk membeli emas. Pegadaian menawarkan Mulia Personal, yang mana merupakan layanan investasi emas batangan secara angsuran untuk perorangan dengan proses yang cepat dan mudah. Angsuran di sini pun memegang pedoman cicilan  yang  tetap  dan  tidak  terpengaruh  fluktuasi  harga emas.

3. Jual Kembali Emas pada Pihak Terpercaya 

Sebaiknya, jual emas di tempat Anda membelinya, dan  pastikan  jika  kuitansi  atau  sertifikatnya  masih  ada. Jika ada perjanjian buy-back guarantee, Anda harus 

memperhatikan apakah harga yang ditawarkan sudah sesuai. Cek harga emas terlebih dulu sebelum Anda mantap untuk menjualnya kembali. Agar lebih terjamin, Anda dapat memercayakan urusan jual-beli emas pada lembaga terpercaya, salah satunya Pegadaian.

Menyusun strategi investasi emas untuk mendapatkan keuntungan maksimal bisa dibilang gampang-gampang susah. Kuncinya ada pada perencanaan dan perhitungan yang tepat.

Jangan ragu juga untuk berkonsultasi pada pakar atau rekan yang sudah berpengalaman di bidang investasi emas. Dengan mendengarkan berbagai masukan, Anda jadi lebih mudah menentukan strategi mana yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda. 

5 Alasan Mengapa Emas Tetap Dilirik untuk Investasi

Emas dianggap sebagai instrumen investasi paling tua. Meski demikian, dari tahun ke tahun, minat masyarakat untuk berinvestasi emas sama sekali belum surut. Banyak yang meyakini bahwa emas merupakan instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan lebih besar berkat nilainya yang terus naik setiap tahunnya. Berbagai bentuk emas seperti emas perhiasan, emas batangan, hingga koin dinar pun banyak dilirik sebagai produk tabungan. Lantas, apa sih yang membuat pesona emas tidak pernah luntur? Simak rahasianya berikut ini.

1. Harga Emas Tidak Banyak Terpengaruh Laju Inflasi 

Harganya  yang  stabil  dan  kebal  terhadap  laju  inflasi mungkin menjadi kelebihan investasi emas yang paling menonjol. Sifat emas sebagai komoditas dan aset moneter membuatnya dapat bergerak secara independen tanpa mengikuti pergerakan aset lain

Jika dibandingkan dengan saham, tentu emas menawarkan keuntungan yang jauh lebih besar. Bayangkan saja, nilai saham dapat turun hingga 50 persen seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Penurunan nilai yang tajam jarang dialami emas. Sebaliknya, emas justru menawarkan return yang cenderung stabil setiap tahunnya yakni sekitar 7-10 persen, dan bahkan pernah melonjak hingga 25 persen beberapa tahun lalu. 

2. Emas Lebih Mudah Diuangkan

Memiliki tabungan dalam bentuk emas sama halnya dengan menyimpan dana ekstra untuk masa depan. Saat terdesak, Anda bisa langsung mencairkannya dalam bentuk uang tunai. Inilah yang membuat orang Indonesia lebih memilih berinvestasi di emas, dibandingkan properti atau obligasi. 

Pada obligasi dan properti, Anda membutuhkan pihak kedua untuk membeli produk investasi yang akan dijual. Dengan emas, Anda dapat menjualnya di pusat jual-beli emas atau bahkan toko perhiasan, sehingga Anda tidak perlu repot saat terbelit kesulitan finansial.


3. Dana Investasi Emas Dapat Disesuaikan dengan Bujet

Investasi emas tidak memerlukan dana hingga ratusan juta seperti properti. Anda dapat menyesuaikannya dengan bujet yang dimiliki sehingga dana pribadi Anda tidak akan banyak terpengaruh. Pada awal tahun ini, harga 1 gram emas tercatat mencapai Rp 630.000. Dengan harga 

tersebut, investasi emas dapat dilakukan oleh hampir seluruh kalangan. Bahkan, Anda pun dapat membeli emas dengan cara menabung atau mencicil di lembaga keuangan, seperti Pegadaian.

4. Emas Dapat Dimanfaatkan sebagai Pelindung Nilai Kekayaan

Nilai emas terus melonjak dari waktu ke waktu. Sekitar 90 persen permintaan emas oleh masyarakat digunakan sebagai instrumen investasi, sedangkan sisanya dimanfaatkan industri sebagai material perhiasan.

Nilainya yang cenderung stabil membuat emas banyak dilirik sebagai alat hedging atau pelindung nilai kekayaan. World Gold Council (WGC) menyatakan bahwa emas lebih unggul dalam mempertahankan nilainya dalam jangka waktu panjang dibandingkan komoditas lain. Di samping itu, harga emas pun cenderung stabil di tingkat harga yang lebih tinggi dalam jangka waktu 50 tahun terakhir.

Saat  inflasi  atau  suku  bunga  bank  rendah,  harga  emas bahkan dapat tetap naik secara signifikan. Sebab, dalam masa tersebut, instrumen investasi seperti deposito bank atau tabungan menjadi kurang menguntungkan, sehingga masyarakat lebih memilih instrumen yang memiliki return lebih baik seperti emas. Jadi, emas bisa dikatakan dapat melindungi nilai kekayaan Anda dalam jangka panjang, terutama saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.

5. Nilai Emas Tidak Terpengaruh Meski Bentuknya Berubah

Emas tetap memiliki nilai dan daya tarik tinggi terutama saat telah berubah bentuk menjadi perhiasan. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi para pencinta perhiasan, sebab selain dapat mempercantik penampilan, emas perhiasan pun tetap memiliki keuntungan investasi yang menggiurkan. Namun, perlu diingat bahwa harga jual kembali emas perhiasan sangat dipengaruhi kondisinya. Jadi, pastikan untuk merawat emas perhiasan dengan baik agar nilai jualnya tetap menarik.

Sifat emas yang berfungsi sebagai aset moneter menjadi salah satu alasan banyak masyarakat yang tetap tertarik berinvestasi emas bahkan setelah dikenakan pajak.

Tampaknya, sampai kapanpun, emas akan tetap menjadi alat penghimpun nilai kekayaan yang menggiurkan, seperti yang diungkapkan William Whewell berikut,

“Emas dan perak saat ini, sama seperti dulu, masih akan tetap menjadi mata uang dunia.”
Bagaimana dengan Anda? Sudah siap untuk berinvestasi emas?